TUGAS V
Strategi Pembelajaran Di SD
Tentang:
Pemilihan Metode Pembelajaran
Disusun oleh:
Pona Gusmanita (1820112)
4.4
Dosen Pembimbing: Yessi Rifmasari, M.Pd. PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
TAHUN AJARAN
2020
A. Hakikat Dan Faktor-Faktor Dalam Pemilihan Metode Mengajar
Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan melibatkan aktivitas siswa dan guru. Untuk mencapai tujuan tersebut deperlukan metode sebagai alternatif, sehingga dalam mencapai tujuan dapat maksimal. Metode mengajar yang digunakan haruslah bervariatif sehingga tidak menimbulkan kejenuhan aktivitas dalam proses pembelajaran.
1. Hakikat Metode Mengajar dalam Pembelajaran
Metode (method), menurut Fred Percival dan Henry Ellington (1984) adalah cara yang umum untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik atau mempraktikkan teori yang telah dipelajari dalam rangka mencapai tujuan belajar. Batasan ini hampir sama dengan pendapat Tardif dalam Muhibbin Syah (1995) bahwa metode diartikan sebagai cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan penyajian materi pelajaran kepada peserta didik.
2. Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan dalam Pemilihan metode Mengajar
a. Tujuan Pembelajaran atau kompetensi Siswa
Tujuan pembelajaran merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui , disikapi, dan atau dilakukan siswa seetelah mengikuti pembelajaran. Tujuan institusional adalah tujuan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. Tujuan bidang studi adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu mata pelajaran. Tujuan pembelajaran (instruksional) adalah tujuan yang harus dicapai dalah suatu pokok bahasan tertentu. Taxonomy Bloom menguraikan tentang tujuan yang bersifat khusus, yang sering mencakup 3 ranah, yaitu:
1) Kognitif
a) Pengetahuan, kemampuan mengetahui, mengingat.
b)Pemahaman,kemampuanmenerjemahka n, memahami.
c) Penerapan, kemampuan mengerjakan, membuat.
d) Analisis, kemampuan mengkaji, menguraikan, membedakan dan mengidentifikasi.
e) Sintesis, kemampuan menggabungkan, mengelompokkan, menyusun.
2) Afektif
a) Penerimaan.
b) Partisipasi.
c) Penilaian
3) Psikomotor
a) Persepsi, kemampuan berpendapat.
b) Kesiapan.
c)Gerakan terbimbing, kemampuan meniru.
d)Gerakan terbiasa, keterampilan berpegang pada pola.
e) Gerakan yang kompleks, keterampilan lincah, cepat, lancar.
Tujuan pembelajaran khusus atau Enabling Objectives artinya tujuan pembelajaran harus dicapai selama proses belangsung. Tujuan pemvelajaran umum atau yargey objectives artinya tujuan pembelajaran dapat dicapai setelah selesai pembelajaran.
b.Karakteristik Bahan Pelajaran/materi Pembelajaran
Aspek yang terdapat dalam materi pelajaran, yaitu:
1) Aspek konsep, merupakan substansi isi pelajaran yang behubungan dengan pengertian, atribut, karakteristik, label atau ide dan gagasan tertentu.
2) Aspek fakta, isi peajaran yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu, data yang memiliki esensi objek dan waktu.
3) Aspek prinsip, isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, hokum, ketentuan, dan prosedur.
4) Aspek nilai, meteri pelajaran yang berhubungan dengan baik buruk, salah benarnya suatu perilaku.
5) Aspek keterampilan intelektual, materi pelejaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan penyelesaian masalah.
6) Aspek keterampilan psikomotor, materi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik.
metode ceramah
Metode pertama adalah ceramah. Ceramah adalah metodologi pembelajaran yang penyampaian informasi pembelajaran kepada murid dilakukan dengan cara lisan. Metode ini sangat cocok diterapkan di tempat dengan jumlah pendengar dengan yang cukup besar.
B. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran
1. Metode ceramah bisa aplikasikan di dalam kelas atau di dalam gedung dengan jumlah murid yang cukup banyak. Dengan menggunakan metode ini, seorang pengajar akan lebih mudah menjelaskan materi-materinya. Bahkan proses pembelajaran akan berjalan dengan efektif.
Keunggulan Metode Ceramah
Dengan Menggunakan metode ini maka suasana kelas akan lebih kondusif dan tenang. Seorang pengajar lebih memiliki porsi besar dalam mengatur kegiatan kelas dan setiap murid memiliki kegiatan yang sama.
Efisiensi waktu dan tenaga juga cukup baik. Salah satunya adalah setiap murid dapat dengan cepat dan mudah menerima informasi yang disampaikan guru. Sehingga pelajaran dapat berjalan dengan efektif dan lancar.
Kekurangan Metode Ceramah
Selain terdapat keunggulan yang baik, metode ceramah ini juga memiliki beberapa kelemahan. Dalam menggunakan metode ini maka kondisi kelas akan dipegang dan di atasi sepenuhnya oleh guru. Bahkan guru juga menjadi kurang tahu perkembangan anak didiknya secara pasti.
2. metode diskusi
Metode diskusi merupakan sebuah metode pembelajaran yang berkaitan dengan pemecahan suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang. Metode yang satu ini sangat cocok diterapkan pada kelompok yang berjumlah tidak terlalu banyak.
baik. Berikut ini macam-macam diskusi menurut jenis penyampaiannya:
Diskusi Formal
Diskusi formal dapat ditemukan di berbagai lembaga. Misalnya saja di pemerintah dan semi pemerintah. Dalam diskusi yang satu ini dibutuhkan adanya ketua sebagai pengatur jalannya diskusi. Serta seorang penulis atau notulen untuk mencatat setiap apa yang terjadi di dalam proses diskusi.
Diskusi non-Formal
Dalam diskusi non-formal aturan tidak seketat seperti yang ada pada jenis diskusi formal. Karena, diskusi ini tidak bersifat formal atau resmi. Contoh yang paling sederhana dalam diskusi non formal ini adalah diskusi yang berlangsung di dalam keluarga. Setiap anggota keluarga mempunyai hak untuk berbicara sesuai kapasitasnya.
Diskusi Panel
Metode diskusi panel terdapat dua jenis anggota diskusi, yaitu anggota aktif dan tidak aktif. Bagi anggota aktif mereka akan ikut terlibat di dalam forum diskusi. Sebaliknya anggota yang tidak aktif, mereka tidak akan melibatkan diri di dalam diskusi lebih sederhananya hanya sekadar menjadi pendengar.
Diskusi Symposium
Metode diskusi symposium hampir mirip dengan diskusi formal, hanya saja diskusi ini dalam penyampaian pendapat dilakukan oleh beberapa orang pemrasaran. Setiap anggota yang menjadi penasaran akan menyampaikan ke depan banyak orang secara bergantian.
LectureDiscussion
Metode diskusi ini tidak jauh beda dengan diskusi ceramah. Dalam praktiknya diskusi ini bertujuan untuk mendiskusikan suatu permasalahan. Misalnya saja seorang guru memberikan masalah kepada beberapa kelompok muridnya untuk didiskusikan.
Kemudian guru memberikan sedikit pengarahan untuk memecahkannya. Setiap kelompok akan mendiskusikannya dengan anggota kelompoknya dan hasil diskusi dilaporkan kepada guru.
C. Hubungan Pengalaman Belajar dengan Metode Mengajar
Setiap metode mengajar masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam membentuk pengalaman belajar siswa, tetapi satu dengan yang lainnya saling menunjang. Pengalaman belajar (learning experience) yang diharapkan adalah terjadi adanya aktivitas belajar yang tinggi dari siswa. Pendekatan yang digunakan untuk membentuk pengalaman siswa adalah cenderung dengan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi dalam diri siswa.
DAFTAR PUSTAKA.
Abimanyu Soli, dkk. (2008). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta : Direktorat Pendidikan Tinggi.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Strategi pembelajaran dan pemilihannya. Jakarta, hal: 25-30.
Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran. Malang, hal: 6.
x
Makasih sudah di post
BalasHapus