TUGAS IV
                  Strategi Pembelajaran Di SD
 Tentang:
                
Prosedur Pembelajaran

       Disusun oleh:
                     Pona Gusmanita (1820112)
        4.4
           
               Dosen Pembimbing: Yessi Rifmasari, M.Pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR   SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
                            ADZKIA PADANG
                         
                              TAHUN AJARAN
                                      2020


A. Pengertian Prosedur Pembelajaran
   Prosedur pembelajaran adalah langkah yang menggambarkan urutan pengajaran mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi.Maka dari itu untuk mewujudkan keberhasilan pembelajaran, para pendidik  harus memahami semua langkah yang ditempuhnya sebaik mungkin.
B.Kegiatan Pra dan awal pembelajaran 
   Kegiatan pra dan awal pembelajaran (prainstruksional) adalah kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkn siswa mengikuti pelajaran. Kegiatan pra pembelajaran biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.
Upaya yang dapat dilakukan guru pada tahap prapembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik
Kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh sikap guru di depan kelas. Guru harus memperlihatkan sikap yang menyenangkan  supaya siswa tidak merasa tegang, kaku, bahkan takut mengikuti pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa
   Kegiatan yang biasa dilakukan guru pada pertama pembelajaran adalah mengecek    kehadiran siswa.
3. Menciptakan kesiapan belajar siswa
Kegiatan belajar perlu didasari oleh kesiapan dan semangat belajar siswa. Kesiapan belajar siswa merupakan salah satu prisip belajar yang sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa.
4. Menciptakn suasana belajar yang demokratis
Untuk menciptakan suasana yang belajar yang demokratis guru harus membimbing siswa agar berani menjawab, berani bertanya, berani berpendapat atau berani mengeluarkan ide-ide, dan berani memperlihatkan unjuk kerja (performace).
 C. Kegiatan Awal Pembelajaran
    Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan inti pembelajaran.
 Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam tahap kegiatan  awal pembelajaran. Diantaranya sebagai berikut:
1. Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa
Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan pada setiap tahapan kegiatan pembelajaran. Khususnya pada tahap awal pembelajaran, siswa perlu difokuskan  perhatiannya pada materi yang akan dibahas.

2. Dalam kaitan dengan kegiatan awal pembelajaran, memberi acuan diartikan sebagai  upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal yang akan dipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung.


D. Kegiatan inti dalam pembelajaran
   menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

5)memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

b. Elaborasi

1)membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2)memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3)memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4)memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

3)memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4 memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang    bermakna dalam mencapai kompetensi dasar
E. Kegiatan akhir pembelajaran
 1.Guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran
2.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram
3.memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun 4.kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
F. Melaksanakan Penilaian 
   Mengingat pentingnya penilaian dalam menentukan kualitas pendidikan, maka upaya merencanakan dan melaksanakan penilaian hendaknya memperhatikan beberapa prinsip dan prosedur penilaian. Prinsip penilaian yang dimaksudkan antara lain adalah sebagai berikut :

1. Dalam menilai hasil belajar hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga jelas abilitas yang harus dinilai, materi penilaian, alat penilaian, dan interpretasi hasil penilaian.
 2. Penilaian hasil belajar hendaknya menjadi bagian integral dari proses belajar-mengajar. Artinya, penilaian senantiasa dilaksanakan pada setiap saat proses belajar-mengajar sehingga pelaksanaannya berkesinambungan.

 3. Agar diperoleh hasil belajar yang objektif dalam pengertian menggambarkan prestasi dan kemampuan siswa sebagaimana adanya, penilaian harus menggunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya komprehensif.
 4. Penilaian hasil belajar hendaknya diikuti dengan tindak lanjutnya. Data hasil penilaian sangat bermanfaat bagi guru maupun bagi siswa.
G.Kegiatan tindak lanjut
    Melaksanakan kegiatan tindak lanjut, dengan alternatif kegiatan di antaranya:
 a) Memberikan tugas atau latihan-latihan.
 b) Menjelaskan kembali bahan pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa.
 c) Menugaskan membaca materi pelajaran tertentu.
 d) Memberikan motivasi/bimbingan belajar.

Komentar

Posting Komentar